Masyarakat Berharap Program Sarling Merata di Lampung Tengah

  • Whatsapp

Lampung Tengah – I Gusti Putu Ariyadi SE yang merupakan Staf Ahli Anggota DPR RI Komisi VIII, mewakili Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Komang Koheri SE menyampaikan program Apirasi dan sekaligus memberikan program tersebut berupa Sarling ( Sarana Lingkungan ) bedah rumah 100 unit kepada masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tulang Bawang.

Melansir demokrasinews, Minggu (26/9/2021) Ariyadi mengatakan, Selain program bedah rumah ada juga vaksin gratis untuk masyarakat Kabupaten Lampung Tengah , Rehab Ponpes, Masjid serta bantuan kaki palsu bagi penyandang cacat (Disabilitas) di Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang serta bantuan bagi anak yatim-piatu.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sampaikan I Gusti Putu Ariyadi saat kedatangannya di Kecamatan Seputih Raman pada Minggu pagi (26/09/2021).

Ariyadi berharap dengan adanya bantuan program sarana lingkungan tersebut, warga dapat merasakan langsung kepedulian pemerintah terhadap masyarakat khususnya penerima bantuan program Sarling tersebut.

Selain itu Ariyadi juga berharap dengan adanya Sarling program pusat tersebut melalui aspirasi dari Anggota DPR-RI Komisi VIII Bapak I Komang Koheri dari Fraksi PDI Perjuangan, warga penerima dapat lebih merasakan ratanya sentuhan dari pemerintah pusat kepada masyarakat yang lebih bermanfaat.

Sementara di wilayah lain seperti masyarakat di Kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah berharap program Sarling dari pemerintah pusat tersebut, juga bisa di rasakan lebih merata bagi warga yang menerimanya.

”Saya berharap Sarling ini juga bisa di rasakan juga oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Terusan Nunyai, karena masih banyak juga masyarakat perlu di bantu melalui program tersebut, ” harap Joe salah seorang warga di kampung Gunung Batin Baru.

Joe pun menerangkan bahwa di kampungnya tersebut, ada sebuah Masjid yang ada di Dusun 06 Kampung Gunung Batin Baru terbengkalai pembangunannya di karenakan kekurangan dana, sehingga pembangunan menjadi mandek.

”Seperti sarana Ibadah yang ada di Dusun 06 Kampung Gunung Batin Baru itukan mandek terhenti sebab terkendala tidak adanya dana untuk meneruskan pembangunan sehingga pembangunan Masjid tersebut akhirnya terbengkelai,” jelas Joe kepada awak media.(***)



Pos terkait