Penurunan Level PPKM, Wisatawan Kota Bandung Mulai Meningkat

  • Whatsapp
Kasi Destinasi Wisata Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir. (Foto: Bedanews)

Bandung – Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mengklaim kunjungan wisatawan ke Bandung mulai meningkat.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Destinasi Wisata Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir pada Selasa, (16/11/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bandung terus mengalami peningkatan seiring kondisi pandemi Covid-19 membaik.

Kenaikan wisawatan pula selaku wujud positif dari turunnya level PPKM yang diterapkan di Kota Bandung seperti relaksasi di sebagian zona usaha serta wisata.

“Kalau melihat data sampai Oktober, memang ada peningkatan. Artinya wisatawan domestik karena sudah ada relaksasi sehingga menarik wisatawan,” kata Faisal.

Menurut Faisal, pada tahun 2019, jumlah turis dalam negeri yang tiba berkunjung ke Kota Bandung mencapai 8.175.221 orang. Sedangkan pada 2020 menyusut tajam menjadi 3.290.090 orang. Untuk turis mancanegara pada 2019 sebanyak 252.842 orang, serta pada 2020 turun drastis 30.210 orang.

“Tahun 2021 masih rekap, karena harus sampai Desember pendataan. Bagaimana 2021 kita juga vakum sekitar tiga bulan Juni, Juli Agustus saat itu. Mudah-mudahan meningkat dibandingkan tahun 2020,” ucapnya.

Faisal mengatakan, walaupun terjalin kenaikan kunjungan turis pada pelaksanaan PPKM tingkat 2. Tetapi, masih ada pembatasan kapasitas wisatawan pada sektor- sektor usaha.

Faisal berharap, sampai akhir tahun ini kenaikan turis yang berkunjung terus menjadi meningkat. Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya tingkatkan turis ke Kota Bandung dengan cara memberikan kenyamanan serta keamanan kepada mereka.

Bagi Faisal, salah satu upaya yang dicoba para pelakon usaha pariwisata ialah mendapatkan sertifikat CHSE( Cleanliness, Health, Safety, Enviroment Sustainability) langsung dari Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Di Kota Bandung usaha pariwisata yang sudah mendapatkan sertifikasi dari kemenparekraf sebanyak 385 usaha pariwisata sekitar 25 persen. Sertifikat tersebut berlaku selama dua tahun dan diperbaharui kembali,” ungkapnya.

lebih lanjut Faisal berkata, jumlah tersebut dari total 345 hotel, 1.250 resto serta 6 destinasi wisata yang terdapat di Kota Bandung. Para pelakon usaha pariwisata wajib mengunggah segala dokumen perusahaan dengan online secara mandiri tanpa dikenakan bayaran, berikutnya bila telah lengkap langsung diverifikasi ke lapangan.

Faisal menambahkan, salah satu kendala masih banyak yang belum mendapatkan sertifikat CHSE yaitu banyaknya dokumen yang harus diupload. Meski begitu apabila dokumen lengkap maka proses mendapatkan CHSE lebih mudah.

“(CHSE) bukan syarat mutlak, tapi memang ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan, CHSE menjadi salah satu senjata utama bagi para . Kalau syarat utama itu aplikasi PeduliLindungi,” pungkasnya.***/YG



Pos terkait